StartUp - 2015 Ketika Makan Siang , ini sudah jam 15.00 WIB!
Cuti tapi masih di-mention untuk remote. Pertahun 12 hari cuti. Tahun lalu tidak diambil, tahun selanjutnya tidak ada akumulasi. Tidak ada gantinya. Hangus. (Teman curhat.)
"Bro, dulu kamu pernah tanya soal THR. Jadi dapat atau tidak?" Jawaban: keliatnya akhir tahun ini, mas. (Teman curhat.)
"Mas, biasanya di sini ada kenaikan gaji?" Ada, dulu. Tahun lalu dapat sekian persen. Tahun ini sekian persen. Mungkin salah hitung. (Teman curhat.)
"Mas, ada tunjangan akhir tahun?" Ada, dulu. Tapi kalau saya hitung-hitung, itu sebenarnya akumulasi dari perpindahan tanggal gajian. Gajian diubah dari tanggal 10 ke 21. Masa perpindahan sekitar 5 hari kerja. Dikalikan rate harian. Katanya sih tunjangan akhir tahun. Disyukuri saja. (Teman curhat.)
"Mas, jenjang karier di sini harus bisa fullstack?" Tidak tahu. Tanya leader-nya. Yang pernah dapat kontrak dan ditawari kenaikan gaji. Kalau tanya ke saya, saya bisanya cuma Rails. Tambahannya ya cuma yang setahun sekali itu. Sepertinya memang harus bisa fullstack.
"Mas, di sini ada kontrak kerja tertulis?" Ada. Di email. Dulu. Entah email yang mana. Coba cari sendiri. Saya juga tidak yakin masih berlaku atau sudah direvisi . (Teman curhat.)
"Bro, kalau resign harus notice berapa lama?" Katanya satu bulan. Tapi yang kemarin resign langsung cabut seminggu. Tidak ada yang protes. Mungkin tergantung posisi. Mungkin tergantung mood. (Teman curhat.)
"Mas, laptop ini inventaris kantor atau gimana?" Tidak tahu. Waktu masuk dikasih, tidak ada serah terima resmi. Tidak ada nomor inventaris. Kalau rusak ya bilang aja. Kalau resign, kembalikan. Mungkin. (Teman curhat.)
"Mas, review performance kapan?" Harusnya tiap 6 bulan. Terakhir review setahun lalu. Atau dua tahun? Lupa. Yang jelas tidak ada yang follow up. Kalau mau review, inisiatif sendiri. Minta jadwal sendiri. Siapkan bahan sendiri. Nilai diri sendiri. (Teman curhat.)
"Mas, overtime dibayar?" Tidak. Tapi diapresiasi. Dengan ucapan terima kasih di channel umum. Kadang dapat emoji fire. Kadang tidak dapat apa-apa. (Teman curhat.)
"Mas, kalau sakit serius gimana proses klaimnya?" Tidak tahu. Belum pernah coba. Semoga tidak perlu coba. Kalau terpaksa, tanya HR. HR-nya siapa? Yang handle payroll itu. Yang juga handle rekrutmen. Yang juga handle office supplies. (Teman curhat.)
Siapa lagi yang mau tanya? Saya jawab sesuai kapasitas.
Catatan penulis: Semua kondisi ini tipikal startup era 2015: serba abu-abu, serba "nanti diurus", serba tergantung inisiatif sendiri. Formalitas minim, ambiguitas maksimal.