Ruby on Rails: Catatan dari 2013
Bertemu kembali dengannya. Ruby on Rails, framework berbasis bahasa pemrograman Ruby. Apa itu Ruby?
Saat saya menulis tulisan ini (2013), ini bukan pertemuan pertama saya denganya. kita sudah cukup kenal lama di beberapa project. Setiap hari saya menemuinya. Berbincang hampir 8 jam. Lebih lama dari waktu saya bicara dengan manusia manapun.
Rails banyak digandrungi programmer dunia. Beberapa ada di Indonesia-sedikit, tapi ada. Startup menggunakannya sebagai fondasi produk. Startup yang sama juga memakainya untuk project-project sampingan: kerja kontrak yang membayar gaji tim selagi produk utama belum menghasilkan apa-apa. Ironis? Tidak. Pragmatis.
Namanya muncul di daftar skill yang wajib dikuasai kalau kamu berniat menjajah startup. Skill yang nilainya cukup tinggi jika diuangkan per bulan. Belum banyak yang menguasai, dan itu yang membuatnya berharga. Kelangkaan menciptakan leverage.
Segelintir individu menggunakannya untuk pembantaian massal di beberapa platfrom freelance. Cukup ampuh untuk menguras kantong klien yang tidak tahu harga pasar. Mereka mendapat hasil sepadan: cepat, powerful, dan klien tidak punya pilihan selain membayar.
Convention over configuration. Opinionated framework. Rails punya pendapat tentang bagaimana aplikasi web seharusnya dibangun, dan pendapatnya tidak bisa ditawar. Struktur folder? Sudah ditentukan. Naming convention? Sudah ditentukan. Cara bicara dengan database? Sudah ditentukan. Kamu tidak perlu berdebat. Kamu ikut, atau kamu pergi.
Ada yang bilang itu arogan. Saya bilang itu efisien.
Twitter dibangun dengan Rails. GitHub. Shopify. Basecamp. Nama-nama yang membuktikan framework ini bukan mainan. Tentu, Twitter akhirnya migrasi karena masalah scaling, tapi itu cerita untuk nanti, ketika kamu sudah punya masalah scaling. Kebanyakan dari kita tidak akan pernah sampai di titik itu.
Cara bicaranya yang cantik membuat saya semakin menyukainya. Banyak yang saya dapatkan. Banyak yang dia berikan. MVC yang masuk akal. Migration yang elegan. Filosofi bahwa developer happiness bukan kemewahan, bahwa kode yang menyenangkan untuk ditulis cenderung menghasilkan produk yang lebih baik.
Kamu harusnya senang karena saya tulis di sini. Kamu adalah topik pertama dari sekian banyak catatan yang suatu saat akan dibaca orang.
Tidak usah berterima kasih. Sama-sama.
Catatan: Tulisan ini pertama kali ditulis tahun 2013, ketika ekosistem startup Indonesia masih dalam fase awal pertumbuhannya. Rails tetap relevan hingga hari ini, meski ruanglingkupnya sudah berubah secara signifikan.